Tag Archives: Blockchain

Anggota Parlement Uni Eropa Harus Memiliki Bitcoin

Perkembangan cryptocurrencies di Eropa telah menyentuh ranah politik. Politisi Uni Eropa mulai melirik teknologi blockchain. Oleh karena itu Antanas Guoga seorang anggota parlement dari Lithuania mengatakan bahwa blockchain adalah teknologi yang sempurna ketika dia berbicara di depan forum  Internal Market for Consumer Protection Committee.

Berikut adalah petikan pernyataan Guoga

"I’m sure a lot of us politicians haven’t got any bitcoins at the moment and we’re trying to make laws for something we don’t understand. I would suggest everyone to get some bitcoins and really learn about the system. It’s a huge leap forward and a huge opportunity."

“ Saya yakin banyak dari kita tidak memiliki bitcoin pada saat ini dan kita sedang mencoba membuat peraturan tentang sesuatu yang kita tidak mengerti. Saya sarankan setiap orang untuk memiliki bitcoin dan belajar sungguh-sungguh tentang system ini. Ini adalah sebuah lompatan besar dan sebuah peluang besar”.

Nah loh, mereka ternyata mulai sadar betapa teknologi bitcoin dan blockchain sangat bermanfaat sehingga perlunya anggota parlement Uni Eropa mengerti teknologi bitcoin untuk membuat perundang-undangan. Bagaimana dengan pejabat kita, pelaku bisnis , perbankan dan orang –orang yang berkepentingan. Sudahkah mereka merasakan teknologi bitcoin? Sebelum mereka bicara atau membuat perundang-undangan.

http://www.coindesk.com/european-parliament-member-blockchain-get-some-bitcoins/

Tidak Mungkin Bitcoin Digunakan Untuk Pencucian Uang

Pengetahuan masyarakat tentang bitcoin yang masih rendah seolah –olah membuat bitcoin sesuatu yang menakutkan dan membahayakan. Karena anonymity dari pengguna bitcoin dituduh sebagai alat yang efektif untuk melakukan pencucian uang atau tindak kejahatan lainya.

Kalau memang benar silahkan buktikan siapa di Indonesia atau di dunia ini yang melakukan pencucian uang dengan bitcoin. Justru hal yang terjadi sebaliknya, pencucian uang dengan bitcoin akan tertangkap. Mereka adalah para pelaku kejahatan yang sudah lama bermain di dunia mereka. Justru mereka tertangkap setelah menggunakan bitcoin sebagai alat transaksi yang mereka gunakan.

Ok , mungkin anda masih belum percaya, saya akan bawakan bukti-bukti.

  1. Ross Ulbricht

The 31-year-old American who created Silk Road, a Bitcoin market facilitating the sale of $1 billion in illegal drugs, was sentenced to life in prison in February 2015.

Pengedar narkoba kawakan di Amerika yang mengoperasikan toko obat terlarang Silk Road tertangkap dan dipenjara seumur hidup pada February 2015.

  1. Tomáš Jiříkovský

 In March, the assets of 28-year-old Czech national Tomáš Jiříkovský were seized; he’s suspected of laundering $40 million in stolen Bitcoins.

Dia melakukan pencucian uang dari hasil pencurian bitcoin sebesar 40 juta dollar AS.

  1. Trendon Shavers

Two more fell in September 2015: 33-year-old American Trendon Shavers pleaded guilty to running a $150 million Ponzi scheme.

Warga Amerika di tuduh bersalah karena kasus investasi dengan skema PONZI.

  1. Frenchman Mark Karpelès

The first Bitcoin securities fraud case—and 30-year-old Frenchman Mark Karpelès was arrested and charged with fraud and embezzlement of $390 million from the now shuttered Bitcoin currency exchange Mt. Gox.

Kasus pencurangan dan penyalahgunaan bitcoin sekuritas senilai 390 juta dollar AS pada Exchanger bitcoin Mt.Gox.

  1. 10 Orang Ditangkap pemerintah Belanda

Ten men suspected of using the digital currency Bitcoin to launder up to 20 million euros ($22 million) of criminal money made from online drug deals have been arrested in the Netherlands, Dutch prosecutors said on Wednesday.

http://www.reuters.com/article/us-netherlands-crime-bitcoin-idUSKCN0UY0V8

 

Sepuluh orang ditangkap dengan kasus pencucian uang dari hasil penjualan obat terlarang dengan nilai mencapai 22 juta dollar AS.

Dari sekian kasus tadi membuktikan kejahatan keuangan dengan bitcoin justru akan menggiring mereka ke dalam bui. Apa sebab bisa demikian. Anonymity bitcoin bukan diciptakan untuk melindungi penjahat namun sebagai sekuriti pengaman dari para hacker yang ingin mencuri uang secara online. Tidak seperti kartu kredit yang dengan mudah dibobol bahkan oleh pelaku cyber crime yang masih pemula.

Bagaimana bitcoin melacak kejahatan dan pencucian uang?

When Bitcoin first emerged, law enforcement officers were “panicking,” Meiklejohn says. “They thought these technologies were dangerous and made it harder for them to do their job.” But as the arrests and convictions have rolled in, “there’s a steady shift toward seeing cryptocurrency as a tool for prosecuting crimes.” Even in the strange new world of Bitcoin, FBI Assistant General Counsel Brett Nigh said in September 2015, “investigators can follow the money.”

Ketika bitcoin muncul para penegak hukum panic, mereka pikir ini adalah teknologi yang berbahaya dan akan menyulitkan pekerjaan mereka. Namun setelah penangkapan dan pengakuan mereka baru menyadari bahwa ada hal yang merubah pikiran mereka tentang cryptocurency yaitu sebagai alat untuk membawa para penjahat ke meja hijau. Seorang Asisten FBI mengatakan bahwa para Investigator bisa melacak aliran uang dari para penjahat.

Bitcoin Tidak Mungkin untuk Money laudring pencucian uang

Gambar diatas menunjukan bagaimana para penyidik melacak aliran uang sehingga akhirnya para pejahat bisa tertangkap.

Setelah melihat bukti diatas, masihkah anda mengatakan bahwa bitcoin adalah alat kejahatan yang membahayakan?

Satoshi Nakamoto menciptakan bitcoin dengan prinsip terdesentralisi, transparansi dan privacy dengan keamanan yang tinggi. Bitcoin merupakan bentuk dari perlawanan terhadap bank central yang sering melahirkan para koruptor atau penjahat keuangan akibat lemahnya transparansi dan system yang centralistik dari industri perbankan itu sendiri.

Referensi
http://www.sciencemag.org/news/2016/03/why-criminals-cant-hide-behind-bitcoin

Teknologi Blockchain Bisa Menekan Dan Menurunkan Angka Korupsi

Blockchain menjadi sebuah harapan baru bagi dunia financial maupun bidang lainya. Teknologi blockchain bisa digunakan untuk menyimpan data atau asset yang terkomputasi secara otomatis dengan keamanan yang tinggi karena menggunakan system yang terdesentralisasi. Data yang tersimpan juga bisa diakses oleh public sehingga memungkinkan semua pihak untuk mengaudit atau mengontrol jalanya sebuah program baik keuangan maupun lainya.

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan teknologi raksasa Jepang, Hitachi, tak lama lagi akan meluncurkan terobosan terbaru dalam dunia bisnis dan finansial. Laporan resminya bahkan menyebutkan, akan membangun Financial Innovation Laboratory di Silicon Valley. Inovasi besar yang dimaksud bernama Teknologi Blockchain yang merupakan basis dari teknologi mata uang digital. 
  
 Pakar Digital Marketing Indonesia, Anthony Leong, mengakui kalau potensi teknologi blockchain sangat besar dan patut dikembangkan di Indonesia. Malahan, menurutnya, aplikasi tersebut bisa sangat membantu dalam hal memberantas korupsi, seperti membuat e-budgeting dengan teknologi Blockchain.
  
 “Blockchain punya kelebihan tersendiri, di antaranya lebih efisien karena bisa menekan biaya transaksi, transparan karena dapat diakses publik, dan kemanannya tinggi serta mampu meminimalisasi kasus human error, karena semua transaksi nantinya telah dikomputerisasi dan tercatat secara otomastis,” kata Anthony di Jakarta, Kamis (24/3).
http://trendtek.republika.co.id/berita/trendtek/aplikasi/16/03/25/o4k0yb317-korupsi-marak-pakar-digital-tawarkan-teknologi-blockchain

 

Namun sampai saat ini belum terlihat ada institusi besar di Indonesia yang melirik ke teknologi ini. Bisa jadi karena kurangnya informasi atau keengganan mereka dengan system yang transparan. Kelebihan dari teknologi ini selain transparansi,  data yang sudah tercatat tidak bisa di rubah. Jadi tidak akan mungkin orang untuk melakukan manipulasi data atau penggelumbungan anggaran (Mark up). Pada akhirnya diharapkan , teknologi ini akan menekan angka korupsi di negeri ini.