Teknologi Blockchain Etherium Bisa Atasi Kelangkaan Energy

Perkembangan teknologi blockhain sungguh luar biasa. Setelah ditemukan blockchain bitcoin dimana transaksi tersimpan dengan rapi pada sebuah leger panjang dalam jaringan dan bisa diakses oleh public, munculah inovasi baru dari duplikasi teknologi blockchain.

Pada dunia financial blockchain bitcoin masih nomor satu sehingga harga bitcoin yang cukup tinggi mencapai $400 Per BTC. Namun, sungguh diluar dugaan muncul terobosan yang bagi orang awam sulit memahaminya. Munculah blockchain Etherium. Apa itu Etherium? Silahkan klik link disamping.

Teknologi Blockchain Etherium memungkinkan membuat aplikasi yang bisa memindahkan digital aset dengan system peer-to-peer tanpa campur tangan pihak ke tiga, tanpa pemalsuan dan tanpa kemungkinan down.

Etherium Blockchain dan Energy.
  • Sebuah perusahaan raksasa bidang energy di Jerman RWE (Rheinisch-Westfälisches Elektrizitätswerk)  bekerja sama dengan pengembang blockchain Etherium mengembangkan teknologi untuk pengisian batere pada mobil elektrik. Pengisian batere pada mobil elektrik biasa dilakukan di stasiun pengisian listrik, namun kali ini pengisian energy listrik bisa dilakukan dengan teknologi Blockchain Etherium  di bawah induksi lampu merah.
http://www.ibtimes.co.uk/rwe-slock-it-electric-cars-using-ethereum-wallets-can-recharge-by-induction-traffic-lights-1545220
  • Sebuah Start Up di New York US sono, TAG ( TransActive Grid ) Mengembangkan clean energy dengan tenaga surya , Energy yang dihasilkan bisa dijual belikan dengan system peer-to-peer dengan bantuan aplikasi pada etherium blockchain.
http://news.discovery.com/tech/alternative-power-sources/neighbors-got-solar-panels-buy-power-from-them-160310.htm
Teknologi Blockchain Etherium bisa atasi kelangkaan sumber energy.

Setelah melihat fakta diatas kalau boleh saya berandai-andai. (di bawah ini hanya hayalan saya).

Di Indonesia matahari bersinar sepanjang tahun. Berapa jumlah energy listrik dari sinar matahari yang bisa diperoleh di Indonesia? Tentu jumlahnya sangat fantastis. Dengan teknologi blockchain memungkinkan siapa saja menjual dan membeli energy listrik yang diperlukan. Misalnya; Anda  adalah seorang pebisnis dibidang power plant tenaga surya. Anda bisa menjual energy listrik yang anda hasilkan dalam bentuk paket- paket energy sesuai kebutuhan pengguna. 
Penjualan energy yang anda lakukan tidak memerlukan infrastruktur yang mahal seperti layaknya PLN dengan mengulur kabel berkilo-kilo meter. Cukup dengan smartphone anda bisa menjual energy listrik yang anda miliki di Amerika atau bahkan di kutub utara atau selatan yang jauh dari sumber jaringan listrik. 
Transmisi listrik yang anda gunakan adalah teknologi Blockchain etherium. Semua data berapa Mega watt yang anda jual tercatat secara otomatis tanpa perlu bantuan kertas ataupun kwitansi. 
Bayangkan jika ada power plant di tengah lautan lepas, berapa panjang kabel atau besi dan pipa yang diperlukan untuk melakukan distribusi listrik ke daratan. Berapa biaya yang diperlukan. Dengan teknologi blockchain anda tidak perlu menggunakan kabel untuk mentransmisikan pasokan listrik dari tengah lautan ke darat. 
Atau anda ingin membangun tempat peristirahatan di tengah hutan atau di pulau terpencil yang tidak ada pasokan listrik dari PLN. Tidak perlu membeli genset untuk pembangkit listriknya cukup anda beli energy yang tersedia dipasaran berapa keperluan anda?. “
Untuk sekala kecil yang belum tergarap adalah system charging pada gadget seperti laptop, netbook, smartphone atau peralatan elektronik lainya. Teknologi Blockchain Etherium memungkinkan melakukan transmisi energy baik besar maupun kecil, dengan demikian energy batere yang selama ini yang dihasilkan dari system charging bisa dibeli secara online. Bayangkan ketika anda sedang ditengah perjalanan dan saat itu batere handphone anda habis, tidak ada tempat untuk charge handphone, anda tinggal beli dalam hitungan detik energy batere anda terisi penuh. Itulah hayalan yang mungkin tidak masuk akal.
Bagaimana sikap pemerintah dengan perkembangan teknologi ini?

Selama ini pemerintah selalu bersikap dan bertindak terlambat. Entah karena pejabat gaptek atau tidak tahu atau pura-pura tidak tahu?. Seperti contoh kasus angkutan umum berbasis applikasi. Kalau dari awal pemerintah mengantisipasi masalah ini dengan perkembangan teknologi aplikasi keributan antara pengemudi taksi regular dengan pengemudi taksi berbasis aplikasi tidak akan terjadi.

Belum selesai masalah aplikasi angkutan umum teknologi baru sudah berkembang. Mau atau tidak mau teknologi Blockchain akan sampai ke Indonesia. Dalam jangka waktu 5 atau 10  tahun mendatang akan ada masalah baru antara pemerintah dengan masyarakat jika pemerintah tidak mengantisipasinya dari sekarang.

Prediksi saya akan ada lembaga, atau perorangan yang akan mengembangkan energy dan menjualnya secara online. Bisa jadi dia menciptakan power plant sendiri atau dia membeli dari luar negeri. Tentu hal ini akan menjadi masalah dengan penyedia energy yang sudah ada seperti PLN.

Bagaimana sebaiknya sikap pemerintah?
  1. Kirim putra-putra terbaik bangsa untuk mempelajari teknologi blockchain. Jangan takut berinvestasi pada sumber daya manusia. Karena manusialah yang menjalankan semua teknologi tersebut.
  2. Buat regulasi sebelum semua terjadi.

Jangan ketika masyarakat dengan kreatifitasnya berkembang lantas dengan serta merta mengatakan ini bertentangan dengan Undang-undang. Sebagai warga negara tentu tidak terima dikatakan demikian.

  1. Para Pejabat tua harus lengser dengan legowo.

Orang tua sudah tidak cakap lagi, sudah tidak update lagi keilmuanya. Toh para pejabat tua sudah cukup menikmati asam garam di pemerintahan. Berikan tongkat komando kepada anak muda. Biarkan anak muda berkarya sebagai orang tua cukup Tutwuri Handayani, memberikan nasehat kalau ada yang melenceng. Selain itu selayaknya mereka orang tua menyiapkan perjalanan yang lebih dahsyat yaitu alam akhirat.

  1. Menyiapkan infrastruktur.

Kehadiran sebuah teknologi baru tentu memerlukan infrastruktur yang tidak murah. Dukungan pemerintah sangat penting disini.

  1. Menyiapkan dana untuk investasi.

Tidak ada ruginya berinvestasi pada teknologi blockchain. Jangan sampai orang asing yang menguasai saham dari tumbuhnya teknologi ini karena bisa jadi teknologi ini akan menjadi sesuatu yang sangat vital. Kenapa tidak serahkan kepada putra-putra terbaik bangsa ini.

  1. Mengadakan diskusi dengan kampus dan kalangan akademik.

Perlu menggelar kuliah umum maupun khusus di kampus-kampus teknik tentang perkembangan teknologi blockchain.

Blockchian dan energy listrik

Sekiranya tulisan ini banyak menyinggung terutama pihak pemerintah, tidak ada niat untuk menjelekan pemerintah namun ini adalah bentuk nasionalisme saya. Tulisan ini masih berupa angan-angan atau mungkin omong kosong namun sebuah fakta telah terjadi di belahan bumi yang lain nun jauh di sana. Apakah kita akan tinggal diam?

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − nine =